Senin, 02 Maret 2020

Maaf dan Terima kasih

Entah mengapa semua ketidaksesuaian dalam harapan yang hadir perlahan dalam harihariku kini, selalu berhasil membawaku teringat kembali dengan sabar dan pengertianmu yang begitu besar terhadapku
Diiringi juga kesadaran bahwasanya begitu besarnya rasa tertekan yang kau tahan dulu untuk menghadapi seorang aku.
Aku telah memperlakukanmu dengan begitu buruknya lalu dengan alasan apa aku membela diriku atas kekejaman perpisahan yang tak pernah masuk dalam daftar kesiapanku dalam menghadapi pahitnya.
Tak ada kalimat yang bisa menggambarkan tentang apa-apa yang telah kita perjuangankan dan badai yang telah kita hadapi bersama. Sedikitpun aku tak pernah bisa membencimu sekalipun dalam kepurapuraan. Kau selalu punya tempat dihatiku dan takkan pernah lekang oleh waktu.
Terimakasih telah memberikan begitu banyak pelajaran  bermakna dlm hidupku
Maaf aku belum cukup untukmu bertahan bersamaku melewati hari hari terburukmu
Aku berjanji padamu, berjanji pada diriku sendiri, tidak akan ada lagi aku yang dulu. Aku berjanji akan benar benar berjuang memperbaiki diriku untuk selalu mencintai diriku terlebih dahulu, berjuang kembali dalam proses adaptasi yang sangat tidak mudah ini dan menata hidup sebaik mungkin.
Hari berlalu dan kini kita telah memilih untuk kembali membuka hati untuk mencintai seorang yang lain lagi. Aku tak pernah menyangka namun inilah kenyataannya.  Doaku selalu teriring untukmu berharap kebahagiaan yang impikan benar-benar telah kau temukan sekarang. Doakan aku jua disini untuk tidak mengecewakan dan menyayangi seorang yang kini ada disampingku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar