Sabtu, 28 November 2015

Terkunci

Tak bisa ku pastikan sejauh mana ini akan berlangsung namun perlu ku yakini bahwa aku sudah pada titik terjauh dan melangkah maju dari titik yang tlah kutinggalkan
Walaupun kali ini Lagi-lagi aku yang harus senantiasa 'mendewasakan' keadaan, melelahkan, teramat sangat....
Namun beginilah kurasa perjalanan, kebahagiaan yang sempurna hanya didapat bagi insan yang bersyukur saja, selebihnya mereka hanya merasa bahwa cinta tak pernah memuaskan apa yang diinginkan, diimpikan dan dipermohonkan dalam doa..
Akupun ingin menjadi orang yang berbaik sangka pada Jarak yang tak selalu mempertemukan, peluk hangat yang tak selalu dipersatukan, tatap rindu yang tak selalu kesampaian. setengah hariku hampa dalam penantiannya, setengah hatiku pergi untuk menjagamu disana, sungguh memilukan..
Namun apalah daya, aku yang susah jatuh cinta ini telah membuka loker baru yang kuncinya beratasnamakan dirimu..

Rabu, 29 Juli 2015

Kembali

Telah tiba masanya...
Jarak akan membentang pertemuan mata kita
Dan rindu akan mencari tuan-nya
Pandangan meenjadi hampa
Fikiran terhujani curiga
Pergejolakan batin kembali menemui pangkalnya
Kembali mengandalkan penghubung suara
Sekadar untuk menahan pergumulan rasa

Aku menemukanmu di jarak yang begitu jauh untuk ku tempuh
Membuatku kembali merasa pahitnya rindu yang tak akan terpuaskan
Kembali menjadi pejuang waktu
Berharap takdir cepat mempertemukan kita........... kembali

Satu sama

Jadi kurasa beginilah kita menyudahinya
Menganggap bahwasanya kita sudah satu sama
Namun tahukah wahai adinda
Bagaimana aku berani meminta separuh rasa
Yang Sisanya terbawa bersama berakhirnya kisah kita
Kau pun tak memberikannya
Sepatah kata yang hanya kuterima hanyalah engkau telah rela

Lantas bagaimana bisa ku mencintai seorang lain dengan sepenuhnya
Pembiaran ini membuatku lebih merasa berdosa
Aku pun tlah berdua
Dengan setengah rasa yg masih kupunya
Lalu aku mencari cara dan meraba arah
yang akan membawaku melenyapkan tergantung-gantungnya rasaku kelak di suatu masa


Terus Mencoba

Kala semuanya terasa sudah sampai dalam penggapaian, semua sudah dalam genggaman
Muncul lah sepintas rasa takut akan kehilangan teramat kuat
Telah berlangsung meriah dan bahagia dan kata sekadarnya saja sudah berlalu
Lalu terbit rasa yang bisa diartikan dalam makna segalanya
Mengikat kembali hati yang terpontang panting dahulunya
Namun ketakutan ini kian mencekam seiring dengan jarak yang akan memisahkan zona nyaman ini
Adakah penawarnya untuk sekadar menentramkan hatiku bahwa semuanya akan berlangsung baik-baik saja saat spasi ini menjauhkan keberadaan kita nantinya?


"Aku akan terus mencobanya dan akan bertahan semampuku walau nantinya keadaan akan mengalahkanku"
Ich liebe dich, 

Selasa, 07 April 2015

Cintaku tlah hilang

Seandainya bisa terulang kembali saat pertama bertemu antara kau dan aku 
Kau sentuh jemari tanganku terbuai indahnya kata cinta terucap olehmu
Manis.. Manis yang ku rasa, ku tak rela cintaku berakhir 
Ku minta kau katakan cinta 
Saat ku terjaga, adakah kau rasa
Tak seperti diriku, kini cintaku t'lah hilang

Sayangnya kini aku tak mengerti begitu berat rasa ingin memelukmu 
Tapi ku hanya bisa mengingatmu karena kau tak pernah tau tentang rasa ini
Hilang.. Hilang yang ku rasa, cintaku kini telah berakhir
Dirimu yang selalu temani hayalku
Tatap mataku rasakan tangisku agar kau tahu
Karna ku biasa denganmu dahulu di setiap waktu
Ku minta kau katakan cinta 
Saat ku terjaga, adakah kau rasa?
Ku minta kau katakan cinta 
Saat ku terjaga, adakah kau rasa
Tak seperti diriku, kini cintaku t'lah hilang

Sabtu, 28 Maret 2015

soptumber

Siapakah gerangan yg lancang mencuri perhatianku
Kala pagi yg penuh hiruk pikuk insan menggantungkan asanya
Juga mempertemukan mataku dengan pemilik mata yg bercahaya
Dan dengan mudah mendapatkan tempat dihatiku

Nafasku seakan berjeda panjang
Aroma sucinya menelanjangiku



................

aku menyukaimu
paasti telah kau tahui itu, kan?

Senin, 09 Februari 2015

ku-mu ("fana dan keabadian")

Sampai kapan akhirnya menyadari bahwa diriku telah tercebur di hina dina penyesalan, yah aku rasa aku telah menjadi bagiannya
Walaupun seberusaha keras ku tafikkan namun bayang-bayang itu seakan tak mau menjauh
Kala gelap memenuhi ruangan di benakku
Kala mecoba merehatkan fikiran dikepalaku
Namun tidak yang satu itu
kau terus datang dengan cara yang berbeda, entah mengapa
seakan kurasakan malaikat pemisah dunia dan akhirat telah dekat jalannya
akankah kau memberikan isyarat untukku?
Ataukah kiriman doaku tak tersampaikan karena buruknya ibadahku?
Aku.....dengan mengunjungi peristiahatan damai mu pun tak jua membuatku tentram
Kau.....mendatangiku melalui mimpi jua tak memuaskan kesenangan lahir batin yang telah karam
Aku lah yang kejam

Engkau pelantun tembang favoritku kala rasa kantuk menyelubungi dimasa kecilku
Pemerhati setiap hal-hal rinci setitik tak akan lari dari mata jeli mu
Teman setia di hari-hari tumbuh kembangku
Engkau paling tahu apa mauku
Aku tak merasa kehilangan hangatnya dekapan sosok ayah dan ibu
Engkau pandai memerankannya , engkau bisa menjadi keduanya
Memang engkau peran utamanya, yang paling dekat dengan hatiku
Yang menjadi kesayanganku selamanya

Pastinya dahulu engkau sangat kesepian, kan?
Salahkan saja aku yang tak mau bertahan saat keadaan seolah membuatmu bukan lagi pahlawan
Seharusnya akulah harus nya di hukum kenyataan 
Akulah yang harus di cambuk kesendirian,
Mencari kasih sayang yang jelas bukan darah dagingmu, korban pahitnya perpecahan

Selalu tak kuasa menahan diri untuk benar menyadari bahwa engkau takkan menjadi pusat penenang penat dalam menyelesaikan pendidikan ini.
Aku ampir sampai pada perjuanganku yang ingin membahagiakanmu nanti
Namun engkau kelelahan, engkau telah pergi
Berat, sukar sakit untuk membangun semangat itu kembali,

Hari itu
Hari dimana hanya terbayarkan 36 jam saja setelah lama tak melihat batang hidungmu
Keputusan kekanak-kanakan ku membuat tali ikatan itu retak seribu
Lalu kau pergi mendahuluiku
Aku tak ingin membuatmu sedih dengan kondisi ku
Terlalu malu untuk mengungkapkan jika ku masih sibuk dalam ketidakrela-anku
Tidak ada satupun yang bisa menjadi penawar haus rinduku.

_________________________________________________________________________________
Ku basuh kakimu untuk yang terakhir kali didalam hidupku
Mencium keningmu
Aroma khasmu telah berubah menjadi wewangian surga bagimu
Terus memandangimu yang telah terbujur kaku
Berada di sisi jasadmu yang tak lagi bernyawa 
Memayungimu kala Iqamah dilatunkan menjadi pengantar terakhirmu
Hingga papan terakhir itu........ menutup jarak mata kita
Bumi telah memelukmu.. Alam dan engkau bersatu
Dan aku akan segera menyusulmu







Minggu, 25 Januari 2015

Fiktif

Jika begini aku menjadi orang yang perasa
Merasa sesosok insan kelam yang mencari permata di atas langit
begitu banyak pemuja pemuji mu
lalu apa kata apa yang pantas untukku
tergantung gantung
Kau buat aku seolah aku lah bagianmu namun bagian yang tak kau jelaskan
begitu sekuat tenagaku untuk menjamahmu
apakah semua usahaku belum pantas untuk membeli tawa lepasmu
Tawa yang seolah kau tak dapat bernafas lagi
karena tenggelam di suasana itu,
namun aku belum jua sampai di angan itu
Penyatuan perbedaan karakter bukankah hal yang selalu kita sebut-sebut hanya masalah adaptasi saja?
Jangan membuatku menunggu
Berikan aku tempat itu
Tempat dimana kau dan aku, tiada lagi pengganggu

Sabtu, 24 Januari 2015

black pearl

Jika pembenahan bukan harga mati suatu kekeliruan, maka saya putuskan untuk bediam diri.
Bukan berarti menyerah, namun telah mengerti dan menegakkan keadilan bagi yg telah menobatkan dirinya menjadi seorang pecinta yang tidak dicinta
Dari seseorang aku telah belajar bahwa hati tidak memilih melainkan dipilih
Lalu disini aku hanyalah pemberi kebahagiaan bukan mencari kebahagiaanku sendiri
Begitulah takdirnya
Mencari putih satu sama lain
Hanya untuk membelangi kehidupan
Jika keterlanjuranlah yang membentengi, Apakah salah kita sudi untuk masih berada ditempat yg sama? Hanya mempertahankan rasanya bukan keadaanya..
Terlepas dari itu,
Waktu telah berperan menjadi tabib disetiap sayatan kala aku berusaha melepas sisa butiran pasir yang melekat dan telah ku genggam erat, ya, aku telah banyak mengandalkan waktu kala itu..
Tidak menghapusnya namun menenangkan hatiku sejenak agar cepat menyadari dan mengikhlaskan apa yg seharusnya dilepaskan
Dan kini aku telah menjadi pilihan, namun bukan dari seseorang yang menjadi pilihanku
Berharap bahwa benar kedamaian akan ku dapat didalam itu, dan berusaha menghapus bayang bahwa hatiku hanyalah kepala yang mengejar ekornya..
Keadaan telah memastikan bahwa engkau hanya sebuah kepingan hatiku, namun bukan bagiannya
Namun aku tetap menjadikanmu inspirasi hingga berhenti dengan sendirinya,
Engkau bagian dari tulisanku yang merupakan sebuah kebutuhanku bukanlah kesenanganku
karena saat hati ku kau patahkan sekalipun aku bisa memenuhi bait-baitnya dengan selalu merasakan keberadaanmu didalam sana, di hatiku..

Kuteruskan semua ini, dengan bagianku bukan kepingan.. lalu kita lihat apakah keajaiban berpihak pada waktu.

Rabu, 14 Januari 2015

Tuntutan Batin

Dalam waktu yang begitu lama
berbekal keyakinan segudang
terus berlari kencang
Puisi murahan sebagai pelipur lara
Dan hanya ingatan didepan mata
mampu melesatkanku yg tumbang
Akan semakin sakit jika terus dikenang
dari itulah terus mencari cara utk berjumpa

Ada beberapa kekeliruan
yang terus menuntutku meminta penjelasan
walau bersama yang lain
walau telah bersama yang lain
membayangi tak dapat berlalu
Dan akan terus kucari cara untuk bertemu

Batinku tak akan pernah lega
hatiku kini tidak lagi pada tempatnya
bila tak dapat ku jumpai
bila tak dapat ku temui
Ku mau hanya berdua di tempat itu
di padang rumput beratapkan langit biru