Telah tiba masanya...
Jarak akan membentang pertemuan mata kita
Dan rindu akan mencari tuan-nya
Pandangan meenjadi hampa
Fikiran terhujani curiga
Pergejolakan batin kembali menemui pangkalnya
Kembali mengandalkan penghubung suara
Sekadar untuk menahan pergumulan rasa
Aku menemukanmu di jarak yang begitu jauh untuk ku tempuh
Membuatku kembali merasa pahitnya rindu yang tak akan terpuaskan
Kembali menjadi pejuang waktu
Berharap takdir cepat mempertemukan kita........... kembali
Rabu, 29 Juli 2015
Satu sama
Jadi kurasa beginilah kita menyudahinya
Menganggap bahwasanya kita sudah satu sama
Namun tahukah wahai adinda
Bagaimana aku berani meminta separuh rasa
Yang Sisanya terbawa bersama berakhirnya kisah kita
Kau pun tak memberikannya
Sepatah kata yang hanya kuterima hanyalah engkau telah rela
Lantas bagaimana bisa ku mencintai seorang lain dengan sepenuhnya
Pembiaran ini membuatku lebih merasa berdosa
Aku pun tlah berdua
Dengan setengah rasa yg masih kupunya
Lalu aku mencari cara dan meraba arah
yang akan membawaku melenyapkan tergantung-gantungnya rasaku kelak di suatu masa
Menganggap bahwasanya kita sudah satu sama
Namun tahukah wahai adinda
Bagaimana aku berani meminta separuh rasa
Yang Sisanya terbawa bersama berakhirnya kisah kita
Kau pun tak memberikannya
Sepatah kata yang hanya kuterima hanyalah engkau telah rela
Lantas bagaimana bisa ku mencintai seorang lain dengan sepenuhnya
Pembiaran ini membuatku lebih merasa berdosa
Aku pun tlah berdua
Dengan setengah rasa yg masih kupunya
Lalu aku mencari cara dan meraba arah
yang akan membawaku melenyapkan tergantung-gantungnya rasaku kelak di suatu masa
Terus Mencoba
Kala semuanya terasa sudah sampai dalam penggapaian, semua sudah dalam genggaman
Muncul lah sepintas rasa takut akan kehilangan teramat kuat
Telah berlangsung meriah dan bahagia dan kata sekadarnya saja sudah berlalu
Lalu terbit rasa yang bisa diartikan dalam makna segalanya
Mengikat kembali hati yang terpontang panting dahulunya
Namun ketakutan ini kian mencekam seiring dengan jarak yang akan memisahkan zona nyaman ini
Adakah penawarnya untuk sekadar menentramkan hatiku bahwa semuanya akan berlangsung baik-baik saja saat spasi ini menjauhkan keberadaan kita nantinya?
Muncul lah sepintas rasa takut akan kehilangan teramat kuat
Telah berlangsung meriah dan bahagia dan kata sekadarnya saja sudah berlalu
Lalu terbit rasa yang bisa diartikan dalam makna segalanya
Mengikat kembali hati yang terpontang panting dahulunya
Namun ketakutan ini kian mencekam seiring dengan jarak yang akan memisahkan zona nyaman ini
Adakah penawarnya untuk sekadar menentramkan hatiku bahwa semuanya akan berlangsung baik-baik saja saat spasi ini menjauhkan keberadaan kita nantinya?
"Aku akan terus mencobanya dan akan bertahan semampuku walau nantinya keadaan akan mengalahkanku"
Ich liebe dich,
Langganan:
Postingan (Atom)