Jika begini aku menjadi orang yang perasa
Merasa sesosok insan kelam yang mencari permata di atas langit
begitu banyak pemuja pemuji mu
lalu apa kata apa yang pantas untukku
tergantung gantung
Kau buat aku seolah aku lah bagianmu namun bagian yang tak kau jelaskan
begitu sekuat tenagaku untuk menjamahmu
apakah semua usahaku belum pantas untuk membeli tawa lepasmu
Tawa yang seolah kau tak dapat bernafas lagi
karena tenggelam di suasana itu,
namun aku belum jua sampai di angan itu
Penyatuan perbedaan karakter bukankah hal yang selalu kita sebut-sebut hanya masalah adaptasi saja?
Jangan membuatku menunggu
Berikan aku tempat itu
Tempat dimana kau dan aku, tiada lagi pengganggu
Minggu, 25 Januari 2015
Sabtu, 24 Januari 2015
black pearl
Jika pembenahan bukan harga mati suatu kekeliruan, maka saya putuskan untuk bediam diri.
Bukan berarti menyerah, namun telah mengerti dan menegakkan keadilan bagi yg telah menobatkan dirinya menjadi seorang pecinta yang tidak dicinta
Dari seseorang aku telah belajar bahwa hati tidak memilih melainkan dipilih
Lalu disini aku hanyalah pemberi kebahagiaan bukan mencari kebahagiaanku sendiri
Begitulah takdirnya
Mencari putih satu sama lain
Hanya untuk membelangi kehidupan
Jika keterlanjuranlah yang membentengi, Apakah salah kita sudi untuk masih berada ditempat yg sama? Hanya mempertahankan rasanya bukan keadaanya..
Terlepas dari itu,
Waktu telah berperan menjadi tabib disetiap sayatan kala aku berusaha melepas sisa butiran pasir yang melekat dan telah ku genggam erat, ya, aku telah banyak mengandalkan waktu kala itu..
Tidak menghapusnya namun menenangkan hatiku sejenak agar cepat menyadari dan mengikhlaskan apa yg seharusnya dilepaskan
Dan kini aku telah menjadi pilihan, namun bukan dari seseorang yang menjadi pilihanku
Berharap bahwa benar kedamaian akan ku dapat didalam itu, dan berusaha menghapus bayang bahwa hatiku hanyalah kepala yang mengejar ekornya..
Keadaan telah memastikan bahwa engkau hanya sebuah kepingan hatiku, namun bukan bagiannya
Namun aku tetap menjadikanmu inspirasi hingga berhenti dengan sendirinya,
Engkau bagian dari tulisanku yang merupakan sebuah kebutuhanku bukanlah kesenanganku
karena saat hati ku kau patahkan sekalipun aku bisa memenuhi bait-baitnya dengan selalu merasakan keberadaanmu didalam sana, di hatiku..
Kuteruskan semua ini, dengan bagianku bukan kepingan.. lalu kita lihat apakah keajaiban berpihak pada waktu.
Bukan berarti menyerah, namun telah mengerti dan menegakkan keadilan bagi yg telah menobatkan dirinya menjadi seorang pecinta yang tidak dicinta
Dari seseorang aku telah belajar bahwa hati tidak memilih melainkan dipilih
Lalu disini aku hanyalah pemberi kebahagiaan bukan mencari kebahagiaanku sendiri
Begitulah takdirnya
Mencari putih satu sama lain
Hanya untuk membelangi kehidupan
Jika keterlanjuranlah yang membentengi, Apakah salah kita sudi untuk masih berada ditempat yg sama? Hanya mempertahankan rasanya bukan keadaanya..
Terlepas dari itu,
Waktu telah berperan menjadi tabib disetiap sayatan kala aku berusaha melepas sisa butiran pasir yang melekat dan telah ku genggam erat, ya, aku telah banyak mengandalkan waktu kala itu..
Tidak menghapusnya namun menenangkan hatiku sejenak agar cepat menyadari dan mengikhlaskan apa yg seharusnya dilepaskan
Dan kini aku telah menjadi pilihan, namun bukan dari seseorang yang menjadi pilihanku
Berharap bahwa benar kedamaian akan ku dapat didalam itu, dan berusaha menghapus bayang bahwa hatiku hanyalah kepala yang mengejar ekornya..
Keadaan telah memastikan bahwa engkau hanya sebuah kepingan hatiku, namun bukan bagiannya
Namun aku tetap menjadikanmu inspirasi hingga berhenti dengan sendirinya,
Engkau bagian dari tulisanku yang merupakan sebuah kebutuhanku bukanlah kesenanganku
karena saat hati ku kau patahkan sekalipun aku bisa memenuhi bait-baitnya dengan selalu merasakan keberadaanmu didalam sana, di hatiku..
Kuteruskan semua ini, dengan bagianku bukan kepingan.. lalu kita lihat apakah keajaiban berpihak pada waktu.
Rabu, 14 Januari 2015
Tuntutan Batin
Dalam waktu yang begitu lama
berbekal keyakinan segudang
terus berlari kencang
Puisi murahan sebagai pelipur lara
Dan hanya ingatan didepan mata
mampu melesatkanku yg tumbang
Akan semakin sakit jika terus dikenang
dari itulah terus mencari cara utk berjumpa
Ada beberapa kekeliruan
yang terus menuntutku meminta penjelasan
walau bersama yang lain
walau telah bersama yang lain
membayangi tak dapat berlalu
Dan akan terus kucari cara untuk bertemu
Batinku tak akan pernah lega
hatiku kini tidak lagi pada tempatnya
bila tak dapat ku jumpai
bila tak dapat ku temui
Ku mau hanya berdua di tempat itu
di padang rumput beratapkan langit biru
berbekal keyakinan segudang
terus berlari kencang
Puisi murahan sebagai pelipur lara
Dan hanya ingatan didepan mata
mampu melesatkanku yg tumbang
Akan semakin sakit jika terus dikenang
dari itulah terus mencari cara utk berjumpa
Ada beberapa kekeliruan
yang terus menuntutku meminta penjelasan
walau bersama yang lain
walau telah bersama yang lain
membayangi tak dapat berlalu
Dan akan terus kucari cara untuk bertemu
Batinku tak akan pernah lega
hatiku kini tidak lagi pada tempatnya
bila tak dapat ku jumpai
bila tak dapat ku temui
Ku mau hanya berdua di tempat itu
di padang rumput beratapkan langit biru
Langganan:
Postingan (Atom)