Jumat, 13 Desember 2019

Aku sedang tidak mencintai siapapun hari ini, tapi tidak tahu esok hari


Perihal menemukan dgn cepat itu gampang,  tetapi apakah "itu" tepat? Belum tentu. Ak tdk mau membuat resiko lagi. Saat ini hanya sdg fokus memperbaiki diri bukan untuk siapa2, tetapi untuk lebih mencintai diriku sendiri. Lega rasanya hari berlalu dan merasa semakin membaik. Menghadapi masalah  dengan emosi yang semakin stabil, memilah mana yang nyata mana yang sekadar ilusi. Aku sangat menunggu saat-saat ini. Tahap dimana hatiku beristirahat sembari memprogram ulang suasananya, ketahanannya, kekuatannya, kesabarannya dan banyak lainnya.
Kini aku sedang melangkah kedepan melakukan perubahan dengan kedua tanganku dan berdiri sendiri kuat dengan kedua kakiku dan tak bergantung lagi. Prosesnya aku nikmati walau dengan tertatih, karna tulangku diciptakan Allah bukan untuk mengeluh. Hatiku mungkin terluka tetapi itu
karna Allah tidak mau ada orang yang tidak tepat menetap terlalu lama. Aku sadar dan harus berterimakasih untuk hal ini bahwasanya Allah sebaik-baik tempat bergantung.
Aku tidak berusaha memenangkan atau mengungguli apa-apa dari siapapun, dan aku tidak pernah membiasakan diri untuk menyakiti seseorang dengan menampilkan drama-drama kekanak-kanakan agar dunia tahu bahwa aku sedang berbahagia dengan hidupku yang sekarang.Tidak pernah ada niat sehina itu. BagikuDefinisi bahagia itu bukanlah perihal suatu pembuktian memenangkan segala kondisi kepada siapapun, tidak ada kata rival dihidupku. Karna keadaan ini bukanlah sebuah kompetisi.
Sekelilingku bertanya, apakah aku akan masih menerima kembali jika nanti keadaan berbalik? Hahaha... Dengan segala rasa yang kupunya untuk sang masalaluku, dan dengan kekurangan darinya yang semua kuketahui, aku lebih memilih menghormati jalan yang mantap dipilih saat meninggalkan aku yang lebih dari 1000 malam bersama-nya. Aku tidak pernah bercanda masalah hati.
Aku sadar bahwa selama ini aku sibuk mengimbangi hidup seseorang tetapi lupa untuk mencintai diriku sendiri. Ya,  Aku mungkin kehilangan seseorang tetapi sekarang aku menemukan diriku yang tlah lama tak menjadi aku. Tetapi bagiku, Sebuah kesalahan jika menjadikan sudut pandang "diri menjadi buruk ketika bersama orang yang tidak tepat" ,  yang benar adalah rasa memiliki yang sangat besarlah sehingga membentuk sifat egois yang sangat amat tinggi yang membuat semuanya memburuk.
Sekali lagi aku berterimakasih pada kehilangan, walau kali ini mungkin ceritanya paling kejam daripada cerita saat kehilangan-kehilangan yang lampau. Namun Aku tidak pernah membencinya seperti yang dilakukannya padaku.  Mungkin sebagian kecil orang menganggap bahwa semua yang terjadi ini adalah kesalahanku, aku menerimanya. Yang terpenting yang menjadi dasar dalam prinsip yang sangat kupegang teguh adalah aku tidak pernah mencoba menjadi pengkhianat dan pendusta. 


Untuk beberapa orang yang baik hati yang bersedia menungguku, maafkan aku tidak bisa menjanjikan apa apa, resiko ini terlalu besar untuk aku yang sedang dalam proses "healing my self".  Terimakasih sudah mengisi hari-hariku, menghalau galau dan sedikit membantu mengurangi gejalanya.
Aku menghargai moment dimana kekosonganku menjadi sedikit lebih berwarna saat bersama. Kedepannya, tidak menutup kemungkinan bahwa kita adalah berbeda dalam 1 tujuan yang sama.
Manusia secara lahiriah adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Dan arah angin kadang berbalik arah dengan begitu cepat jika Allah menghendakinya. Kurangi membenci dan sebarkan kasih!!!
Ps: Aku sedang tidak mencintai siapapun hari ini, tapi tidak tahu hari esok. Mari terus berjuang!

Dec, 13 '19